DAJ’JAL BERBAJU LSM

DISUNTING DARI GRUP NEOLIB NO AWAY oleh Muji Anto.

Topik satu : “George Soros dan tipu daya-nya”

 

bintang

bintang Daud

Sumber Intelijen menyebut, jaringan Soros yang dikenal mendunia melalui wadah Open Society Institute (OSI), Soros lebih dikenal di Indonesia sebagai spekulator pasar uang dan dituding pernah ikut menenggelamkan perekonomian Indonesia pada tahun 1998,  jaringan Soros mendanai dua lembaga non pemerintah (NGO), yaitu Tifa Foundation dan International Transperancy. Peran OSI tidak kalah dengan lembaga pendanaan Amerika lainnya seperti USAID dan the Asia Foundation. Sejumlah LSM utama di Indonesia dibiayai OSI. —sisanya dibiayai oleh USAID dan Asia Foundation.

 

Sebut saja Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jaringan Islam Liberal (JIL), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Wakhid Institute, Komunitas Utan Kayu, JPPR, dan banyak lembaga lainnya. (Tifa Foundation menjadi semacam LSM induk dimana LSM-LSM mendapat dana dari OSI melaluinya. Habibie Center memilih negara-negara Uni Eropa sebagai sumber dana. Tidak mengherankan jika para tokoh LSM dan tokoh-tokoh demokrat-liberal negeri ini ramai-ramai mendemo pemerintah terkait pencekalan Sydney Jones, wanita lesbian Yahudi aktivis LSM yang dicekal pemerintahan Megawati — atas saran Badan Inteligen Nasional— karena menjadi agen rahasia asing, pen).

“Memberdayakan masyarakat adalah menjadi tujuan OSI di seluruh dunia, namun pada intinya adalah menggiring opini masyarakat sehingga pada akhirnya menekan pemerintah suatu negara,” kata sumber tersebut.

Melalui jaringan OSI ini konon Soros menggalang apa yang disebut “humanitarian intervention”, yakni suatu pendekatan untuk menembus psikologis masyarakat, khususnya dalam hubungannya dengna negara. Dengan hadirnya tekanan masyarakat itu membuat pemerintah relatif lemah dan akhirnya mau mengikuti apa yang diinginkan “sponsor”.

OSI yang dikenal karena reputasinya mengacak-acak sejumlah negara Eropa Tengah, Eropa Timur, dan Uni Sovyet paska Perang Dingin, disinyalir akan kembali memainkan konflik di Papua dan Aceh.

Lihat saja di Aceh, paska bencana tsunami dan perjanjian Helsinskib 2005, kehadiran jaringan Soros begitu semarak. Soros sendiri secara pribadi telah beberapa kali mengunjungai Aceh.

Sumber Intelijen menyebut, untuk persiapan Pemilu Lokal 2009 di Aceh, Soros telah membiayai Partai Aceh yang merupakan wadah perjuangan politik Gerakan Aceh Merdeka. Sebelumnya perundingan RI-GAM juga tak lepas dari campur tangan sang “predator berbulu filantropi” yahudi ini.

Untuk kasus Aceh, Soros menggunakan jasa perunding ulung, Damiens “spin doctor” Kingsbury yang juga berdarah Yahudi (dan Marthi A, mantan presiden Finlandia “another jew ass sucker goy”, blogger). Hasan Tiro? Pengaruh Yahudi dapat dilacak dari istrinya yang berdarah Yahudi. Sang “spin doctor” adalah arsitek pelepasan Timor Timur dari Indonesia. Tidak heran jika Habibie kemudian tidak nyaman tinggal di Indonesia dan memilih Jerman sebagai “pengasingannya”.

Meski banyak negara menyadari akan bahaya yang ditimbulkan oleh jarinan Soros, kenyataannya tidak banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah yang bersangkutan. Selain karena faktor keterpurukan ekonomi dan kemiskinan masyarakat, faktor lainnya adalah sifat kegiatan yang “bermanfaat” bagi masyarakat lokal.

Bisa dibayangkan dengan aktivitas pemberdayaan masyarakat atau penggunaan istilah-istilah “halus” lainnya seperti slogan “transparansi”, “HAM”, “demokrasi”, “persamaan gender”, dan lain-lainnya, menjadikan kegiatan jaringan Soros ini sulit ditolak. Dalam istilah inteligen disebut sebagai “positive inteligent activity”.

Belum lagi dari segi keterpurukan ekonomi dan kemiskinan masyarakat, menjadikan sedikit saja bantuan materi yang dilakukan yayasan Soros, sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini sekaligus membuat peran pemerintah menjadi lemah (karena rakyat melihat Soros lebih bisa berbuat sesuatu ketimbang pemerintah).

Dalam kasus Indonesia misalnya, kehadiran jaringan Soros semakin mencolok setelah kejatuhan rejim Soeharto tahun 1998. Didahului oleh krisis krisis ekonomi parah yang dipicu oleh aksi spekulatif Soros di pasar uang Asia, Soeharto akhirnya mundur dari jabatan presiden.

Pada tgl 18 September 2000, usai mengeruk keuntungan dari hasil spekulasi valas miliaran dollar, Soros melalui OSI mendanai terbentuknya Tifa Foundation. Tujuannya untuk mendorong Indonesia dan masyarakatnya menjadi “lebih terbuka” yang menghormati keragaman, menjunjung tinggi penegakan hukum, keadilan dan persamaan. Dengan dukungan dana Soros, dalam waktu singkat Tifa berkembang pesat. Yayasan ini mengklaim sebagai sebuah komunitas yang meliputi segala lapisan penduduk, baik unsur pemerintah hingga sektor bisnis.

Dukungan luas diberkan atas hak-hak individu, khususnya hak dan pandangan kaum perempuan, kelompok minoritas dan kelompok marginal lainnya. Dengan dukungan atas hak-hak individu itu, Tifa punya target memupuk solidaritas dan terciptanya tata pemerintahan yang baik, tentu menurut definisi mereka sendiri.

Karena itu secara umum misi Tifa adalah memberdayakan dan memperkuat masyarakat sipil vis a vis berhadapan dengna otoritas negara. Negara diposisikan sebagai “nature enemy” oleh rakyat. Maka sangat wajar jika bentuk akhir dari kehadiran jaringan Soros melalui perlawanan LSM yang dibiayainya itu membuahkan bentuk negara yang lemah (mudah didikte untuk kepentingan kelompok Soros). Inilah target Soros yang membonceng proses demokrasi.

sumber://cahyono-adi.blogs pot.com/2009/03/ada-soros- di-balik-hillary.html

 

Lihat Selengkapnya ……. di tautan link web blogspot tersebut.

Catatan kaki : …. “sebagai bahasan” …..
  1. Menarik pelajaran apa yang terkandung dalam tulisan tersebut diatas, maka kita semua dapat mengetahui media gerakan bawah tanah yang dimainkan oleh aktivitas terselubung oleh kaum zionis yahudi di seluruh dunia.
  2. Kita dapat mengetahui model-2 yang digunakan dan bidang-2 yang menjadi garapannya guna kepentingan politik global kaum zionis yahudi.
  3. Kita dapat mengetahui ormas apa saja yang memiliki kaitan dengan kepentingan kaum zionis yahudi diseluruh dunia.
  4. Dan yang paling penting kita dapat mengantisipasi lebih dini agar tidak terjebak ke dalam perangkapnya.
  5. Semua itu semata-mata demi menjaga dan menegakkan akidah Islam bagi umat muslim di seluruh dunia secara murni dan bersih dari kotoran yahudi-isme yang terselubung halus dan merupakan taktik strategi Daj’jal, yang telah dikabarkan di dalam hadis shahih Nabi saw … al ‘amin.
  6. Silahkan anda tambahkan ……..

Topik  dua :  “Sang terpilih (19)”

roket

roket meluncur

Kasihan umat Kristen Amerika. Di negara yang mayoritas penduduknya beragama Kristen dan didirikan oleh para pendiri bangsa yang beragama Kristen, kini umat Kristen dilarang mendirikan pohon natal di tempat-tempat umum dan fasilitas-fasilitas umum. Sebaliknya di depan istana kepresidenan, White House, sebuah menoreh (tempat lilin simbol yahudi) raksasa didirikan setiap bulan Desember memperingati hari raya Canukkah.

Pada tgl 1 Desember lalu sebuah menoreh raksasa didirikan kembali di depan White House. Tahun sebelumnya menoreh yang sama didirikan di tempat yang sama dengan peresmiannya dihadiri oleh kepala staff White House, Rahm Emmanuel, seorang pemilik kewarganegaraan ganda (Amerika dan Israel), veteran angkatan bersenjata Israel, putra mantan teroris Israel pembunuh tentara Inggris dan rakyat Palestina, dan seorang homoseksual bekas penari balet. Adapun untuk tahun ini Presiden Obama sendiri yang memimpin peringatan hari raya Canukkah di Gedung Putih.

Di Amerika, adalah hal ilegal meletakkan simbol-simbol agama, di tempat-tempat umum bahkan di hari Natal yang menjadi hari paling dihormati umat Kristen. Namun pada saat yang sama umat yahudi mendirikan ribuan menoreh di tempat-tempat umum seluruh penjuru negeri. Yang paling menonjol tentunya adalah menoreh raksasa di depan White House. Hal yang sama terjadi di seluruh Eropa dan beberapa kawasan lain di dunia. Di depan gedung-gedung parlemen dan pemerintahan di Eropa kini berdiri megah sebuah menoreh. Sebuah menoreh megah bahkan didirikan di tempat paling sakral bagi rakyat Jerman, Brandenburg Gate. Di negara-negara yang secara demografis orang-orang yahudi jarang dikenal seperti India dan China pun, beberapa menoreh kini berdiri dengan angkuhnya.

Menoreh adalah simbol paling sakral bagi umat Yahudi, lebih sakral dibandingkan simbol bintang Daud. Menyalakan menoreh adalah tradisi umat yahudi yang sudah berusia ribuan tahun terutama di Hari Canukkah yang diperingati setiap bulan Desember. Pada bulan itu di abad pertama sebelum Masehi, orang-orang yahudi di seluruh kawasan Palestina, Mesir dan Mediterania, memberontak kepada penguasa Yunani di bawah kepemimpinan Maccabee.

Berhasil mengalahkan pasukan Yunani, orang-orang yahudi kemudian melakukan aksi balas dendam yang kebrutalannya membuat miris para ahli sejarah. Mereka membunuhi orang-orang Yunani dan Romawi yang ditemukan, semuanya termasuk wanita, anak-anak dan bayi, dengan terlebih dahulu menyiksanya dengan kekejian yang luar biasa. Ribuan dari mereka disula (ditombak bagian duburnya hingga ke tenggorokan) dan disalib. Ribuan lainnya mengalami nasib yang lebih buruk: dimutilasi dan direbus daging tulangnya. Usus mereka dijadikan ikat pinggang dan kulit mereka dijadikan souvenir.

Beberapa orang liberal idiot Indungsia, para wartawan, pebisnis, dan aktifis ormas keagamaan, setiap tahunnya diundang ke Israhell untuk menghadiri peringatatan hari Canukkah. Dan untuk menunjukkan dominasi yahudi di Indungsia, “organisasi” berambisi mendirikan menoreh di tempat paling sakral di Indungsia, taman Monumen Nasional. Namun bertahun-tahun ambisi ini tertahan oleh kekhawatiran bahwa orang-orang Islam terbangkitkan kesadarannya dan mengamuk karena tersinggung.

Di negara-negara Eropa Timur, perlawanan telah mulai ditunjukkan oleh para penganut Katholik fanatik dengan menumbangkan menoreh yang didirikan dan menggantinya dengan salib raksasa. Perlawanan orang Islam Indungsia yang mengamuk bisa berakibat lain. Penumpasan habis-habisan segala hal yang berbau yahudi sebagaimana telah dialami orang-orang komunis. Hal itu pula yang menjadi alasan Subagyo untuk menolak keinginan “organisasi”.

Dalam hal ini Subagyo bahkan memiliki kekhawatiran sendiri yang tidak dibagikannya pada teman-temannya sesama anggota “organisasi”: penumpasan umat yahudi di seluruh dunia yang dipicu oleh kerusuhan anti-yahudi di Indungsia. Kekhawatiran Subagyo bukan tanpa alasan. Jika orang-orang Katholik Eropa saja bisa marah pada orang-orang yahudi, orang-orang Islam tentu lebih marah lagi mengingat penderitaan rakyat Palestina akibat perlakuan keji Israhell, ditambah ajaran moral Islam yang memandang yahudi sebagai “binatang najis”. Jika kalangan kelas menengah Islam dan Kristen yang sadar informasi telah mulai bangkit kesadarannya atas kejahatan yahudi, maka tinggal menunggu waktu gerakan pemusnahan yahudi itu merembet ke seluruh dunia, meskipun regim-regim boneka yahudi telah menerapkan undang-undang fasis untuk mencegah hal itu.

Namun kekhawatiran Subagyo ternyata bukan hanya dialaminya sendiri. Semua orang yahudi di seluruh dunia memendam kesadaran yang sama, meski disembunyikan di alam bawah sadarnya. Suatu saat seluruh dunia akan memerangi mereka, sebagaimana judul lagu yang pernah ngetop di Israhell: “Me Against the World”.

Sumber : //cahyono-adi.blogspot.com/2010/12/sang-terpilih-19

Lihat selengkapnya …. di tautan link web blogspot tersebut.

Catatan kaki : … “sebagai bahasan” …

  1. Apa yang dapat di garis bawahi dari topik dua ini, adalah betapa gerakan Daj’jal di negeri tercinta ini telah masuk ke dalam jaringan elit penguasa atau birokrasi pemerintahan maupun non pemerintah.
  2. Sedang apa yang terjadi di Amerika serikat juga sama dan tidak jauh berbeda secara eksistensi, namun berbeda secara lambang monumental yang bersifat terbuka ke publik, karena masih dibungkus dalam selubung halus yakni dalam bentuk-2 ormas.
  3. Silahkan anda tambahkan …….

Tentang apainitu

pemerhati umum
Pos ini dipublikasikan di POLITIK dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s