PENETRASI ZIONIS

Disunting dari kiriman grup oleh Ummu Tsalji dan Saiful Fallah.

rakus

lambang rakus

Semboyan kita (kita disini maksudnya: zionisme/warga yahudi se dunia, pen) hanya ingin mencapai tujuan dengan kekuatan militer, kecanggihan teknologi perang, dan memasyarakatkan hidup bersenang-senang mengejar popularitas. Pandangan hidup kita hanyalah mampu menindas terlebih dahulu, kemudian bertanggung-jawab dalam suatu persoalan, atau berbuat jahat dan memasang jerat halus demi kepentingan kita

Kita pembuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang menjadi topik aktual sepanjang masa (kini falsafah itu dikenal dengan istilah ‘demokrasi’, pen). Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu sebenarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat kaum awam yang terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian falsafah itu sebenarnya masih rancu dan diliputi oleh awan gelap.

Kata-kata itu telah diulang berkali-kali, dan mereka tertarik dengannya padahal telah menghancurkan kemakmuran dunia dan kebebasan perorangan yang sesungguhnya. Orang-orang non-yahudi yang dianggap sebagai orang pandai dan berfikiran cerdas tidak memahami simbolisme yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkannya itu; demikian pula mereka tidak melihat pertentangan yang terkandung di dalamnya, dan tidak pula menyadari bahkan dialam bebas tidak terdapat arti kata persamaan dalam bentuk apapun juga.

Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang kita kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh pelosok dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin Kristen. Pada suatu saat falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan persatuan. Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan non-Yahudi, yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang hidup diatas planet bumi ini.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Gayus adalah pegawai Ditjen Pajak berusia 30 tahun dengan pangkat golongan 3A yang selalu bikin heboh negeri ini sejak tertangkap hingga hari ini. Apa istimewanya seorang Gayus? Menurut kabar yang dilansir media Gayus ini punya keistimewaan dengan rangkaian penanganan lebih dari 100 pajak perusahaan yang bermasalah, berhubungan dengan sejumlah pejabat kepolisian yang tersangkut korupsi pajak, jumlah uang simpanannnya yang lebih dari 100 milyar, kehebatannya bisa keluar dari rutan Brimob Kepala Dua untuk nonton tenis di Denpasar, hingga berita terbaru bahwa dia telah sering pelesiran keluar negeri seperti Thailand, Singapura, Kuala Lumpur, hingga ke Makau selama di tahanan. Rekor Gayus keluar tahanan tercatat lebih dari 60 kali.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Banyak yang menengarai bahwa kasus Gayus adalah kasus mafia pajak sekaligus kasus mafia hukum. Pasalnya Gayus ini terlibat dalam pengurusan kasus-kasus peradilan pajak yang duitnya besar. Dan kasus Gayus yang menyeret banyak orang dan terus heboh ini tidak bisa dilepaskan dari adanya mafia hukum.

Tengara tersebut bisa difahami sebab urusan pajak adalah urusan uang miliaran bahkan trilunan sehingga menjadi penarik kuat bagi para pelaku manipulasi pajak. Tentu saja kong kalikong sangat mudah terjadi antara wajib pajak, petugas pajak, dan konsultan pajak, bahkan hingga pengadilan pajak. Dan jembatan antara berbagai orang dan instansi yang menciptakan kong kalikong itu hanya satu kata, yakni suap!

Suap telah sedemikian merajalela dan telah menjadi budaya bangsa yang telah berurat berakar. Setiap kali urusan dengan birokrasi, baik pemerintah maupun swasta, sering kali menjadi seret dan rumit. Dan kelancaran serta kemudahan bisa diperoleh bilamana ada uang pelicin yang harus diberikan alias suap. Inilah watak birokrat kita yang aji mumpung. Bahkan ada pepatah: “Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah!” Tentu itu sangat parah, na’udzubillah min dzalik!

Kaum muslimin rahimakumullah,
Rasulullah saw. memberikan petunjuk kepada para pemimpin dan pejabat bahwa mereka itu laksana penggembala yang wajib memelihara domba-domba yang mereka gembalakan, yakni mereka wajib menggiring domba-domba itu ke padang gembalaan agar bisa merumput hingga kenyang, serta ke sumber air agar hilang dahaga, dan harus menjamin agar domba-domba itu tidak dimangsa serigala-serigala liar. Jadi tidaklah masuk akal kalau ada penggembala yang menghalang-halangi domba-domba gembalaannya menuju padang rumput maupun sumber air.

Adalah tidak masuk akal kalau ada penggembala yang membiarkan domba-dombanya dimangsa serigala-serigala liar! Yang masuk akal adalah bahwa penggembala bertanggung jawab atas makanan, minuman, dan keselamatan domba-dombanya sehingga bisa hidup sehat wal afiat dan aman tenteram. Tepatlah gambaran Rasulullah saw. tentang seorang pemimpin. Beliau bersabda :
“Setiap kalian adalah laksana penggembala dan akan dimintai tanggung jawab atas yang kalian gembalakan. Dan Imam (Kepala Negara) adalah laksana penggembala dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang digembalakannya” (Sahih Bukhari Juz 3/157 dari Abdullah bin Umar r.a.).

Kaum muslimin rahimakumullah,
Baginda Rasulullah saw. pernah memberikan nasihat kepada wali dan pejabat yang beliau angkat untuk mengurus urusan rakyat. Beliau bersabda:
Mudahkanlah oleh kalian (urusan rakyat), jangan kalian persulit, dan gemberikanlah (rakyat), jangan kalian hardik (Sahih Bukhari Juz 1/27, dari Anas r.a.)

Kalau para pejabat di negeri ini beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, dan siap menjadi ulil amri yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya (QS. An NIsa 59), maka mereka pasti akan memberikan kemudahan segala urusan rakyat. Mereka betul-betul akan menjadi pelayan rakyat yang siap 24 jam melayani segala urusan rakyat dengan tanpa memberikan kesulitan sedikit pun. Dan niscaya mereka akan senantiasa memberikan kabar gembira kepada rakyat dengan bersikap bersahabat kepada rakyat, tidak menindas, apalagi memberatkan kehidupan rakyat dengan kebijakan-kebijakan yang zalim, seperti memberatkan mereka dengan kenaikan harga BBM dan tariff dasar listrik yang sangat berimplikasi memiskinkan rakyat secara struktural.

Pemerintah yang faham hadits di atas pasti bersifat welas asih kepada rakyat sebagaimana sifat Rasulullah saw. dalam firman Allah SWT:
…berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. At Taubah 128).

Kaum muslimin rahimakumullah,
Pemerintah atau pejabat yang beriman kepada Allah, Nabi Muhammad saw., dan Al Quran, serta senantiasa ingat hari akhirat, yakni pingin masuk surga dan takut masuk neraka, pasti akan menjaga kepentingan seluruh rakyat dengan ikhlas, tanpa perlu disuap-suap. Sebab itu sudah menjadi tugas dan amanat yang dibebankan kepadanya, yang kalau tidak dia kerjakan dengan baik bakal menjadi sesalan dan kehinaan baginya di akhirat. Apalagi kalau dia rakus terhadap suap, sungguh terlaknat! Rasulullah saw. bersabda:
Laknat Allah akan menimpa penyuap dan penerima suap (Hadits Sahih dari Abdullah bin Amr dalam Musnad Ahmad bin Hanbal Juz 2/212).

Juga diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah r.a. yang berkata :
Rasulullah saw. melaknat penyuap dan penerima suap dalam pemerintahan (hadits Sahih dalam Sunan At Tirmidzi Juz 3/622).

Kaum muslimin rahimakumullah,
Penyuapan dan korupsi yang telah merajalela dan instansi hukum berserta orang-orangnya yang telah menjadi mafia hukum adalah akibat dibiarkannya suatu kemungkaran oleh penguasa. Atau adanya ketidaktegasan penguasa. Atau ketidak adilan penanganan hukum yang dibiarkan oleh penguasa. Maka segalanya menjadi ruwet. Dan masyarakat yang demikian sesungguhnya sedang meluncur ke jurang kebinasaan. Oleh karena itu, harus ada upaya penghentian. Bagaimana caranya?

Kaum muslimin rahimakumullah,
Yang bisa menghentikan keadaan adalah sikap tegas penguasa. Ketika diajukan permohonan keringanan hukuman pada kasus pencurian yang menimpa seorang wanita bangsawan Quraisy, maka secara tegas Rasulullah saw. bersabda:
“Hancurnya umat sebelum kalian adalah apabila seorang bangsawan melanggar hukum mereka biarkan, sedangkan bila yang melakukan seorang rakyat yang lemah mereka tegakkan hukum. Demi Allah, kalau sekiranya Fathimah binti Muhammad mencuri, pasti kupotong tangannya”. (Hadis Sahih dalam Sahih Bukhari Juz 2/213).

Oleh karena itu, jika bangsa dan negara ini ingin keluar dari kemelut korupsi, penyuapan, dan segala mafia dalam hukum dan pemerintahan, maka harus ada kemauan politik (political will) dari kepala negara untuk benar-benar mengambil tindakan yang tegas untuk membabat seluruh mafia yang ada dan menegakkan keadilan dengan seadil-adilnya. Dan karena ruwetnya permasalahan yang sudah bersifat sistemik, maka harus dilakukan perubahan sistem secara revolusioner sehingga bisa menyelesaikan yang ada dan memulai babak baru pemerintahan yang betul-betul ditegakkan dan dijalankan oleh orang-orang yang sadar arti pemerintahan dan konsekuensinya dunia akhirat. Yaitu, orang-orang yang senantiasa menegakkan kalimat Allah dalam kebijakan pemerintahannya dan senantiasa berdoa dengan doa Nabi Muhammad saw:
“Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka” (lihat QS. Al Baqarah 201).

Tentang apainitu

pemerhati umum
Pos ini dipublikasikan di White crime dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s