ADAB (NORMA – ETIKA) BACA AL QUR’AN

Disunting dari kiriman grup oleh Abu Fauzan.

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarahkatuh, Iqra’ : ………

Kaligrafi

Kaligrafi Nabi saw

1. Membaca dengan tartil (yaitu sesuai kaidah ilmu tajwid dan makharijul huruf).
Allah berfirman: “Dan bacalah Al Qur’an secara tartil”.(Al Muzammil no. 4)
2. Membaca bacaan Ta’awudz (berlindung dari gangguan syaithan).
أَعَوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari gangguan syaithan yang terkutuk.”
Allah berfirman:
“Apabila kamu membaca Al Qur’an, maka hendaklah berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk.” (An Nahl: 98)
3. Membaca dengan bacaan yang indah.
Rasulullah bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرآنَ
“Bukan dari golongan kami siapa saja yang tidak memperindah bacaan Al Qur’an.” (Muttafaqun alaihi)
Tetapi perlu diingat!!! Tatkala memperindah bacaan Al Qur’an jangan sampai melapaui batas (ghuluw/ekstrim) dari ilmu tajwid yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
4. Men-tadabbur-inya (memperhatikan makna-maknya).
Allah berfirman (artinya):
“Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu dengan penuh berkah, supaya mereka mentadabburi ayat-ayat-Nya”. (Ash Shad: 29)
“Apabila dibacakan Al Qur’an, maka hendaklah mereka mendengarkannya dan diam, supaya mereka mendapatkan rahmat.” (Al A’raf: 204)

Tentang apainitu

pemerhati umum
Pos ini dipublikasikan di Agama Islam dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s