OPINI TTG AHMADIYAH

Disunting dari kiriman grup oleh Syaiful Falah.

megah

megah kepalsuan

Kaum muslimin rahimakumullah,
Serangan media massa pengidap Islamophobia sungguh keterlaluan. Begitu meledak peristiwa Cikeusik Pandeglang (6/2) dan Temanggung (8/2), mereka langsung mengarahkan opini publik kepada pembubaran ormas Islam, khususnya FPI, dengan tuduhan sebagai ormas anarkis. Padahal peristiwa di kedua tempat tersebut adalah bentrokan di masyarakat. Apalagi ditengarai bahwa baik peristiwa Cikeusik maupun Temanggung sarat aroma rekayasa. Buku putih FUIB menerangkan aroma rekayasa kasus Temanggung. Kabarnya Tim Buser Bareskrim Mabes Polri yang ditugasi mengejar tersangka kasus Cikeusik bingung karena rumah yang diintai sebagai rumah tempat perencanaan perusuh adalah safehouse polisi Pandeglang.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Genderang opini media yang bertalu-talu tampaknya mendorong presiden SBY mengeluarkan pernyataan –untuk pertama kalinya- mau membubarkan ormas yang dianggap anarkis. Tentu saja pernyataan SBY di hadapan pimpinan media massa ini dimakan media. Mereka semakin memojokkan FPI dan ormas Islam lainnya yang sudah bertahun-tahun mereka cap sebagai anarkis.
Ini tentu saja menjadi aneh. Sebab kasus Cikeusik dan Pandeglang bukanlah dosa FPI atau ormas Islam lainnya. Kenapa FPI dan ormas Islam lainnya dijadikan keranjang sampah ? Bukankah ini makar terhadap FPI dan ormas Islam?

Kaum muslimin rahimakumullah,
Sungguh aneh, kelompok agama palsu Ahmadiyah yang sudah sekian lama meresahkan umat Islam karena mereka membajak agama Islam, justru tidak pernah diancam oleh SBY akan dibubarkan. Padahal seharusnya SBY sudah mengeluarkan Keppres Pembubaran Ahmadiyah. Sebab, pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad dari India itu jelas-jelas melanggar UU no 1/PNPS/1965 dan SKB. Dan menurut UU No 1/PNPS/1965 pasal 2 ayat 2 kelompok agama palsu Ahmadiyah yang sudah melanggar SKB itu haru s dibubarkan . Para pemimpinnya pun seharusnya sudah ditangkap dan diadili dengan ancaman hukum an 5 tahun berdasarkan Pasal 3 UU No1/PNPS/1965.

Tapi kenapa presiden SBY belum juga membubarkan Ahmadiyah dan tidak menangkap para pemimpinnya serta menutup tempat kegiatannya sesuai fatwa MUI tahun 2005? Padahal dalam pembukaan rapat kerja MUI di istana tahun 2007 Presiden SBY mengatakan akan merujuk kepada MUI dalam masalah aliran sesat. Dan MUI sudah jelas menyatakan bahwa Ahmadiyah yang mengakui ada nabi setelah Nabi Muhammad saw. adalah telah sesat dan keluar dari Islam dan diserukan kepada pengikutnya untuk kembali ke jalan yang benar. Tapi organisasinya tidak ada pilihan kecuali dibubarkan dan aktivitas penyebaran agama palsunya dilarang . Dan juga perlu ditegaskan bahwa tidak ada peluang untuk mengubah nama menjadi agama selain Islam, sebab mana mungkin kita mengakui agama dari nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad, padahal Rasulullah saw. menyebut dalam haditsnya bahwa akan ada 30 pendusta yang mengaku dirinya nabi. Hanya satu kata untuk Ahmadiyah : Bubarkan !

Kenapa SBY ragu melaksanakan wewenangnya berdasarkan UU No 1/PNPS/1965 untuk membubarkan Ahmadiyah? Padahal dengan tidak dibubarkannya Ahmadiyah berarti SBY melakukan pembiaran terhadap kelompok pemalsu agama Islam tersebut yang menjadi pangkal masalah bentrok horisontal? Apalagi kelompok agama palsu Ahmadiyah itu semakin berlagak setelah mendapat dukungan dari LSM-LSM dan pers liberal yang menjadi tirani minoritas terhadap kaum muslimin yang mayoritas? Sehingga selama SBY membiarkan Ahmadiyah tetap eksis, maka konflik horisontal antara penganut agama palsu Ahmadiyah dengan umat islam yang dinodai dan dipalsukan agamanya pasti akan terus terjadi, siapapun aktor dan pelakunya. Sehingga solusi satu-satunya adalah menghilangkan akar masalahnya, yakni keberadaan Jemaat Ahmadiyah yang terus menjalankan organisasinya untuk menyebarkan ajaran Islam palsu menurut versi Mirza Ghulam Ahmad.
Sampai kapan sumber konlik terus dipelihara ?

Kaum muslimin rahimakumullah,
Ketika SBY melakukan pembiaran terhadap Ahmadiyah dan korban sudah mulai berjatuhan, maka dampak buruknya jelas adalah konflik horisontal yang berkepanjangan. Apakah memang ada suatu design agar bisa digunakan sewaktu-waktu untuk pengalihan isu, semacam isu kasus Century dan kasus Gayus ?

Bukankah dengan tidak menjalankan UU No 1/PNPS/1965 untuk membubarkan Ahmadiyah berarti presiden SBY telah melanggar sumpah jabatannya? Bukankah dengan pelanggaran sumpah jabatannya presiden kehilangan kredibilitasnya ? Dan tentu saja sangat menyakiti kaum muslimin. Alih-alih membubarkan Ahmadiyah, SBY justru menegaskan akan membubarkan ormas Islam. Tentu ini pasti akan membuat marah kaum muslimin. Lebih dari itu namanya pasti cacat di hadapan Allah dan Rasulullah saw. Na’udzubillahi mindzalik!

Kaum muslimin rahimakumullah,
Kita semua harus mengingatklan SBY, sebab kekuasaannya tidak akan lama lagi berakhir. Paling lambat tahun 2014 harus dilepaskannya. Dan jika Allah SWT menghendaki, pasti bisa dipercepat. Mestinya, kekuasaan yang dimilikinya, menurut Imam Al Mawardi dalam kitab Ahkam Sulthaniyah harus digunakan untuk menjaga agama Islam (hirasatud diin) dan memelihara urusan umat (siyasah ad dunya). Oleh karena itu, sudah menjadi kewajibannya sebagai penguasa untuk menjaga kemurnian aqidah dan syariah Islam dari para pemalsu agama seperti Mirza Ghulam Ahmad dan para pengikutnya.

Juga sudah menjadi kewajibannya agar kebutuhan individu rakyat akan sandang, pangan, dan papan harus diupayakan agar bisa terpenuhi. Dan dia harus menyediakan kebutuhan kolektif umat akan pendidikan,kesehatan dan keamanan dengan cara gratis kepada semua rakyat tanpa pandang bulu. Kalau tidak dilaksanakan, bakal akan menuai hinaan dan adzab dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki… (QS. Ali Imran 26).

Baarakallahu lii walakum

Tentang apainitu

pemerhati umum
Pos ini dipublikasikan di sosial budaya dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke OPINI TTG AHMADIYAH

  1. nobody berkata:

    Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik masalah Gayus Tambunan, dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s