DEMONSTRASI TIMTENG

dahulu kala

Jaman dahulu

Sudah sejak beberapa pekan belakangan telah berlangsung pergolakan masa publik di wilayah negara-negara timur tengah dimulai dari Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, Bahrain dan lain-lain yang telah berhasil menurunkan penguasa di Tunisia dan Mesir, tetapi menghasilkan konflik bersenjata di Libya.

Menarik untuk dikaji lebih jauh apa sebenarnya akar permasalahan yang menjadi sumber ketidak puasan publik sehingga mereka bergerak untuk melakukan tuntutan masal ke pihak penguasa di negara mereka masing-masing ? Sebab kalau ditinjau dari unsur kesejahteraan mereka tergolong berada pada kondisi ekonomi yang masih jauh lebih baik dibanding negara lain yang berada pada level negara miskin di dunia.  Sedang kalau ditinjau dari segi politik memang mereka memiliki kultur dan ciri khas demokrasi yang juga sebenarnya sudah lebih baik jika dibanding negara otoriter lainnya di dunia.  Dari segi kebebasan individu juga tidak jauh berbeda dari negara lainnya di dunia.  Apa lagi yang kurang di timur tengah ???

Rasanya aneh dan tidak logis untuk merunut dari segi mana saja akar permasalahan penggerak demo masal di wilayah tersebut, kecuali hanya satu kemungkinan yakni : waktu yang terlalu lama bagi para pemegang kekuasaan di daerah timur tengah sehingga menimbulkan kejenuhan dan kurang dinamisnya perkembangan tata kelola berbangsa dan ber negara.  Hal tersebut terutama mungkin sangat dirasakan oleh kelompok sosial golongan bawah dan menegah ke atas.

Namun semua itu bila di dasarkan kepada faktor-faktor inernal negara belaka, padahal dari faktor eksternal sekarang jaman telah bergeser ke jaman globalisasi dimana segala batas budaya dan negara menjadi semu sehingga setiap manusia dari segala penjuru dunia dapat saling berinteraksi tanpa batas kapanpun mereka mau, melalui media yang telah menjangkau semua tempat dan wilayah di dunia ini.

Manusia jaman sekarang telah condong berperilaku liberal dan materialistik sehingga karakteristiknya secara moral maupun etika telah berbeda dengan generasi sebelumnya.  Pola fikir (mind set) nya kaum muda telah berubah dari generasi tua, yang kesemuanya itu sebagai dampak perkembangan jaman yang makin maju secara science dan teknologi maupun informasi.

Apa yang di utarakan diatas adalah dengan tanpa memperhitungkan peta politik lokal maupun internasional yang turut mempengaruhi dan mewarnai tata kehidupan di suatu negara dan bangsa disetiap kawasan.  Namun pada faktanya terdapat negara adidaya dan para kroninya yakni kelompok negara maju, plus Israel yang begitu dominan menentukan warna kehidupan politik, ekonomi, keamanan, dan sosial budaya negara-negara lain di seluruh dunia.  Diakui atau tidak mereka telah menciptakan banyak skandal dalam menjalankan politik penjajahan model baru atas dasar fitnah dan kepalsuan terhadap agama Islam, dengan segala cara mulai dari adu domba hingga invasi militer dalam rangka menguasai sumber daya manusia maupun sumber daya alam di negara-negara timur tengah maupun negara lainnya di dunia.

Namun bila di lakukan prosentase dalam menjalankan aksinya negara maju yang dipelopori oleh USA tersebut maka tampak bahwa sasaran utama penjajahan mereka lebih ditujukan kepada negara-negara muslim yang kaya sumber daya alam maupun sumber daya manusia, ketimbang di arahkan kepada negara-negara non muslim. Atau katakanlah 90% mereka mengarahkan penguasaan proyek penjajahan model barunya ke negara-negara berpenduduk mayoritas muslim.

Dan cara-cara intervensi yang terbaru sekarang adalah menggunakan media masa elektronik berbasis internet yang telah menjadi kebutuhan setiap individu dan telah terbukti sebagai sarana paling ampuh untuk menggalang opini publik dan menggerakkan masa di seluruh penjuru dunia, baru kemudian pada perkembangan berikutnya diperlukan langkah politik dan peran militer dalam kapasitas intervensi yang lebih besar dan sesungguhnya.

Wal hasil dari semua aksi domestik maupun campur tangan pihak asing maka yang lebih diuntungkan bukanlah rakyat lokal, melainkan pihak asing sebagai Tuan penjajah sedang pihak penguasa lokal hanya sebagai simbol dan penguasa boneka belaka, dan rakyat tetap saja menjadi obyek penjajahan saja, atau ibarat kata pepatah sudah lepas dari mulut Singa akhirnya jatuh ke mulut Buaya.

Bagaimana dengan pendapat anda ???? ……

Tentang apainitu

pemerhati umum
Pos ini dipublikasikan di POLITIK dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s