KISAH MUSTAJABAH

Disunting dari kiriman grup oleh Abu Ilyas.

buah barakah

buah barakah

Ketika Manshur bin Ammar menjalankan ibadah haji, ia tinggal di salah satu kampung di kota Kuffah. Karena suatu keperluan, pada suatu malam yang gelap gulita, ia pergi keluar rumah seorang diri.

Ketika sedang berjalan, tiba-tiba ia mendengar suara seseorang yang mengadu.

“Ya Allah. Demi Keagungan-Mu aku tak menghendaki perbuatan maksiatku ini untuk menentang-Mu. Kulakukan ini bukan karena kebodohanku, tetapi karena kesalahan yang kuperbuat. Aku terlena sehingga tak kusadari diriku terperosok ke lembah kemaksiatan. Kini aku mendambakan Anugerah-Mu. Sudilah Engkau menerima alasanku ini. Jika antara aku dan Engkau ada tabir, sehingga Engkau tak menerima alasanku ini dan tak mampu mengampuninya, betapa lamanya aku akan menanggung nestapa dan siksa. “

Kemudian suara itu diam. Manshur menyusulnya dengan bacaan ayat suci Al-Qur’an Surat At Tahrim : ” Yaa ayyuhaladziina aamanu quuanfusakum waahlikum naara, wa quuduhan naasu wal khijarah. ‘alaiha mlaaikatun ghilaazun syidaadun laa ya’shuunallaha maa amarahum wa yaf ‘aluuna maa yu’maruun ” ( Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya para malaikat yang kasar dan keras, serta tak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka selalu dikerjakan sesuai perintah-Nya).

Kemudian Manshur mendengar jeritan yang keras dan sesuatu yang bergerak-gerak.Tak lama kemudian gerakan itu berhenti. Manshur lalu meninggalkan tempat itu dan meneruskan langkahnya untuk menyelesaikan keperluannya.

Keesokan harinya, Manshur mendatangi tempat dimana tadi malam ia mendengar suara rintihan. Tetapi ditempat itu terdengar suara riuh, terlihat banyak orang berta’ziyah. Dan disitu terlihat seoranmg perempuan tua menangis, meratap disamping jenazah orang yang meninggal itu, dan ternyata perempuan tua itu adalah ibunya.

“Pasti Allah akan membalas orang yang telah membunuh anakku ini, ” kata perempuan itu disela tangisnya.

Kemudian dia membaca ayat Al-Qur’an tentang siksaan itu. “Saat anakku sedang shalat, kemudian jatuh tersungkur hingga meninggal karena mendengar bacaan ayat itu ” katanya lagi.

Malam harinya, ketika Manshur sedang tidur ia bermimpi jumpa dengan orang yang meninggal itu. Dalam mimpinya Manshur bertanya, ” Apa yang diperbuat Allah terhadapmu?”

“Yang diperbuat Allah kepadaku adalah seperti yang diperbuat-Nya terhadap orang yang mati syahid dalam perang B adar, ” jawab laki-laki itu.

“Mengapa demikian?” tanya Manshur lagi.

” Sebab mereka mati karena penggalan pedang Dzat Yang Maha Pengampun. “

Tentang apainitu

pemerhati umum
Pos ini dipublikasikan di Agama Islam dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s