PENDIDIKAN KARAKTER TUNAS BANGSA

Disunting dari kiriman grup Buletin Ad Dakwah oleh Syaiful Falah.

Ibu Guru

Ibu Guru

Kaum muslimin rahimakumullah,
Pada hari-hari ini, dimana anak-anak kita menjalani proses ujian akhir dan menghadapi tahun ajaran baru, maka kita diingatkan kepada sistem pendidikan kita apakah betul-betul sudah menghasilkan produk-produk manusia yang memiliki karakter keunggulan suatu bangsa atas bangsa-bangsa lain?.

Fakta menunjukkan bahwa dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain, bangsa Indonesia masih ketinggalan jauh. Lebih dari itu, fakta-fakta korupsi, mafia peradilan, mafia pajak, utang negara yang terus membengkak, asset negara yang semakin menjadi milik asing, narkoba, pergaulan bebas, homosex dan lesbian, hidup sia-sia, dan lain-lain sangat terlalu banyak untuk disebut sebagai factor-faktor yang justru memundurkan kualitas bangsa.

Oleh karena itu, sudah seharusnya semua komponen bangsa, khususnya para ulama dan pejabat pendidikan memikirkan bagaimana membangun sistem pendidikan yang berbasis karakter keunggulan yang cocok dengan bangsa Indonesia yang mayoritas muslim.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha yang terus menerus untuk menghasilkan kualitas manusia yang memiliki kemampuan berfikir dan menyelesaikan masalah-masalah kehidupan dengan basis pemikiran dan karakter dasar berupa pandangan hidup yang hakiki.

Oleh karenanya, kita harus menata kembali pandangan hidup bangsa yang mayoritas muslim ini. Yakni, bagaimana keyakinan bangsa ini atas hidup dan kehidupan ini. Artinya, perlu dibuat kembali pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang hidup. Darimana kehidupan ini? Untuk apa hidup ini dan bagaimana menjalani? Serta mau kemana setelah mati? Jika pertanyaan-pertanyaan mendasar itu belum terjawab dengan baik dan tuntas, maka bangsa ini tidak akan punya arah dan pandangan hidup yang jelas.

Bila tidak punya arah dan pandangan hidup yang jelas, maka bangsa ini akan menjadi malas berfikir, tidak kreatif, dan tidak produktif. Pada gilirannya, bangsa ini akan menjadi pak turut dari bangsa lain dan menjadi budak dari bangsa-bangsa lain yang datang kesini untuk menyerobot seluruh kekayaan yang kita miliki dengan persetujuan kita melalui undang-undang. Walau itu semua kita serahkan seperti tanpa sadar, seperti kita digendam oleh bangsa lain.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Oleh karena itu, sistem pendidikan yang harus dibangun bagi bangsa yang mayoritas muslim ini haruslah pendidikan yang akan membangun karakteristik keislaman bangsa ini dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang bersumber dari al Quran dan As Sunnah yang bisa memberikan pemahaman yang mendasar tentang hidup ini sehingga terlahir suatu generasi bangsa dan umat Islam Indonesia yang berkarakter mandiri sebagai hamba Allah Pencipta langit dan bumi dan Pencipta kehidupan dan alam semesta jagad raya ini. Bukan menjadi hamba bangsa lain, bukan menjadi hamba bangsa Amerika dan bangsa Barat lainnya, dan bukan menjadi hamba dari bangsa China dan Jepang maupun bangsa timur lainnya.

Dengan taufiq dan hidayah Allah SWT yang terpancar melalui pemahaman terhadap Al Quran dan As Sunnah sesuai petunjuk para ulama mujtahidin, insyaallah bangsa Indonesia akan mengalami lompatan pemikiran dan budaya yang luar biasa sebagaimana dulu bangsa Arab di masa Rasulullah saw. dan para sahabatnya serta masa para tabi’in dan tabiut tabi’in yang mengikuti jalan perjuangan Rasulullah saw., yang mampu mengalahkan bangsa dan negara adidaya Rumawi dan Persia. Allahu Akbar !

Kaum muslimin rahimakumullah,
Untuk itu sistem pendidikan yang wajib diterapkan kepada bangsa ini adalah sistem pendidikan yang dibangun dengan asas aqidah islamiyah sebagai pandangan hidup yang sangat mendasar dan menyeluruh.

Oleh karenanya, aqidah islam tidak boleh dajarkan hanya sekedar sebagai pengetahun, atau sebagai hafalan rukun iman belaka, atau hafalan-hafalan materi aqidah lainnya. Tapi aqidah Islam itu harus dipaterikan kepada anak bangsa dan umat muslim ini sebagai suatu asas pemikiran atau sebagai pandangan hidup yang mendasar, yang mendasari pandangan-pandangan dan pemikiran-pemikiran lainnya dalam memandang segala persoalan kehidupan sehari-hari.

Kaum muslimin rahimakumullah.
Aqidah adalah pemikiran menyeluruh tentang alam, manusia, dan kehidupan, dan tentang apa-apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia, serta tentang hubungan kehidupan dengan apa-apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia. Pemikiran menyeluruh inilah yang dapat menguraikan permasalahan besar pada diri manusia, yang muncul dari pertanyaan-pertanyaan; siapa yang menciptakan alam semesta dari ketiadaannya? untuk apa semua itu diciptakan? dan ke mana semua itu akan dikembalikan (berakhir)?

Kaum muslimin rahimakumullah,
Dengan penanaman aqidah seperti itu, maka anak generasi bangsa dan umat Islam Indonesia akan memahami bahwa di balik keberadaan manusia, kehidupan, dan alam semesta terdapat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menciptakan semua yang ada ini. Al Quran mengajarkan agar manusia memperhatikan dirinya sendiri dari apa dia diciptakan (QS. Ad Dyariyat 21, QS. Abasa 18-19 dll), juga memperhatikan alam semesta (QS. Ad Zariyat 20-22, Al Ghasyiyah 17-20 dll), supaya dapat menyimpulkan apakah kehidupan yang diperolehnya dan diperoleh alam semesta ini terjadi dengan sendirinya ataukah merupakan karunia Allah SWT? Allah SWT yang menciptakan manusia, menghidupkannya, dan mematikannya, untuk menghidupkannya dan meminta pertanggung jawaban di akhirat kelak. Allah SWT berfirman:
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, Kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (QS. Al Baqarah 28).

Dengan demikian aqidah Islam mengantarkan bangsa dan umat ini kepada suatu peta jalan (roadmap) hidup yang jelas. Bahkan sangat jelas sebagaimana kita lihat rinciannya dalam penjelasan Al Quran dan As Sunnah.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Pemahaman hidup yang mendasar dan menyeluruh itulah yang akan mengantarkan kepada generasi umat dan bangsa ini untuk senantiasa bangkit berjalan menuju kemuliaan hidup, menyerukan kepada kebajikan yakni cara hidup yang Allah ajarkan, melarang terjadinya kemaksiatan dan kemungkaran, selalu meproduksi amal shalih yang bermanfaat untuk seluruh umat manusia, dan selalu kreatif dan produktif memperbanyak amal salih yang sudah disediakan lapangannya begitu melimpah di muka bumi ini. Itulah generasi manusia yang memiliki karakter unggul di antara umat manusia yang ada. Wallahua’lam!

Baarakallahu lii walakum!

Tentang apainitu

pemerhati umum
Pos ini dipublikasikan di Agama Islam dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s