PENGADILAN MESIR

Berlaga

Keputusan hukum tetap Pengadilan Mesir atas permintaan dan tekanan Dewan Militer Mesir untuk melakukan pembubaran Parlemen Mesir hasil pemilu terbaru yang didominasi oleh kader kubu Ikhwanul Muslimin pada momentum kurang dua hari dari pelaksanaan pemilihan Presiden Mesir akhir bulan Juni 2012, bersifat kontroversial dan cacat hukum, mengingat melawan kehendak Rakyat Mesir melalui dewan perwakilan rakyat secara demokratis berdasar hasil pelaksanaan pemilu 2012 yang syah. Fakta sejarah bahwa pihak militer Mesir yang selama 33 tahun belakangan ini, menjadi Rezim berkuasa, merupakan alat kepentingan dan boneka asing yakni USA dan Israel dalam menekan rakyat dengan pemerintahan otoriter demi kepentingan asing dari pada kepentingan rakyatnya sendiri. Maka pada era transformasi reformasi pemerintahan sekarang ini, Militer mesir rupanya masih tetap status qu’o berada dibawah cengkeraman bayang-bayang ancaman dan tekanan kekuatan asing tersebut sebagaimana telah jelas dilontarkan pernyataan USA bahwa bantuan dana akan dibatalkan dan diembargo bidang kerja sama pertahanan bila pemerintah baru Mesir dibawah Presiden Mursi tidak menghormati perjanjian internasional yang telah disepakati oleh pemerintahan rezim pada masa lalu, khususnya perjanjian Camp David terkait dengan Israel.

Konflik kepentingan dan tantangan baru rupanya sudah mulai muncul menghadang pada awal pemerintahan presiden Mursi saat ini, antara lain :

  1. Pembubaran Parlemen hasil pemilu yang didominasi oleh kader-kader dari kubu Ikhwanul Muslimin, merupakan pesanan dan tekanan asing kepada Dewan Militer dan Pengadilan Mesir.
  2. Intervensi oleh pihak asing kepada lembaga hukum tersebut bersifat vital mengingat fungsi legal formal hukum adalah diatas segalanya dalam proses legitimasi kelembagaan sistem pemerintahan.
  3. Tuntutan pembentukan parlemen baru tidak diragukan lagi akan berada dibawah bayang-bayang skenario asing dan demi kepentingan asing yang ingin tetap bertahan dan bermain dalam arah kebijakan pemerintahan lebih lanjut, khususnya USA dan Israel.
  4. Manuver USA dan Israel lewat instrument diplomasi politiknya kepada Dewan Militer, Lembaga peradilan, penetrasi intelegent, kerja sama bantuan ekonomi dan pertahanan, serta lobby negara sekutu lain disekitar Mesir tampak begitu getol saat ini.
  5. Maka satu kartu truft sudah berhasil dimainkan oleh penyusupan dan intervensi asing saat ini di Mesir, yakni pembubaran parlemen hasil pemilu syah 2012, yang secara teknis dapat berpotensi menyulut konflik lebih besar dan berkepanjangan, hingga pada akhirnya akan terjadi kondisi pemerintahan transformasi reformasi yang GAGAL sebagai targetnya, dengan tendensi agar asing tetap bisa menguasai arah kebijakan pemerintahan transformasi reformasi ke depan.
  6. Sebuah pertanyaan besar : mampukah kira-kira pemerintah Mesir ke depan mempertahankan kemenangan hasil pemilu 2012 sekarang ini untuk memenuhi cita-cita perubahan dan kehendak rakyat mayoritas muslim ?!

Paradigma Supremasi hukum yang ada pada lembaga Pengadilan Mesir saat ini patut dipertanyakan visibility integritas dan kredibilitas-nya, karena patut diduga kuat telah didekte, diarahkan, diintervensi oleh pihak asing dalam kasus pembubaran Parlemen sesuai kepentingan asing untuk merampas hak konstitusional hasilm pemilu 2012 rakyat Mesir, hingga tercipta dua blunder sebagai berikut :

  1. Pembubaran Parlemen hasil pemilu yang syah oleh Pengadilan bersifat cacat hukum karena esensi konteks putusannya telah melanggar hukum.
  2. Pelantikan Presiden Mursi oleh Pengadilan yang telah melakukan mall praktek hukum tersebut diatas, secara logika hukum yang rasional bersifat diragukan legitimasi dan kredibilitasnya serta tidak layak secara hukum normatif institusional.

Dua blunder diatas telah menjadikan dampak status polemik tingkat tinggi lembaga tinggi negara, karena pengadilan, parlemen dan lembaga kepresidenan menjadi sama-sama aneh janggal tidak syah dan kacau, oleh akibat integritas dan kredibilitas hukum dipermainkan, inilah polemik yang telah berhasil disusupkan oleh pihak intelegent asing (USA dan Israel) dalam membendung dan merampas hak demokrasi rakyat Mesir saat ini.

Lalu bagaimana perkembangan penyelesaian situasi pemerintahan yang akan terjadi lebih lanjut ?! mari kita do’akan semoga Presiden Mursi dapat menemukan jalan keluar dan cara yang cemerlang.
Wallahu a’lam bish shawab.

Tentang apainitu

pemerhati umum
Pos ini dipublikasikan di POLITIK, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s