Binatang Pengerat

mickey mouse

Koruptor tak akan pernah ada habisnya sepanjang masa , kenapa ?! Karena mereka telah menanamkan kultur menyimpang kepada bawahan yg dipimpinnya selama berkuasa, dan akhirnya dilakukan juga oleh para bawahan dalam praktek kesehariannya untuk melayani sesuai selera atasan yg pada dasarnya akan terjadi pula ekses negatif yg juga dapat menguntungkan serta meracuni pribadi bawahan. Praktek menyimpang yg dilakukan secara konsisten dalam jangka waktu panjang menjadikan dampak akumulasi ekses psikologis yg pada akhirnya mengakar kuat dalam moral, mental, kebiasaan komunitas dan sistem management suatu organesasi pemerintahan.
Maka pergantian unsur pimpinan dari satu personal lama ke personal baru lainnya, yg tidak memiliki visi dan misi kuat untuk melakukan perubahan signifikan dan komprehensif terhadap sistem management organesasi, hanyalah suatu bentuk formalitas normatif saja yg tidak merubah keadaan kultur sama sekali, melainkan hanya berganti aktor atau oknum belaka, dari satu tikus ke tikus lainnya. Sedang kultur menyimpang yg telah tertanam dan berjalan pada periode kepemimpinan sebelumnya akan menjadi tantangan yg tidak mudah untuk dirubah, bahkan unsur tertentu dalam komunitas organesasi akan menyikapi perubahan pimpinan baru dengan berbagai kiat terselubung (akal bulus) yg tidak mudah untuk diketahui dalam waktu singkat. Mengingat gaya memimpin yg ada pada tiap individu adalah berbeda karena bersesuaian dengan profil karakter (watak) dari tiap individu bersangkutan, wal hasil toh perilaku korup akhirnya akan dilakukan pula dengan cara dan modus yg mungkin sedikit berbeda walaupun tujuannya sama.

Begitulah kira-kira fakta kebhinnekaan kultur menyimpang yg ada di negeri ini, namun tujuannya tetap sama atau satu tujuan, yakni modus korupsi dan estafet pribadi tikus pemerintahan.
Hal demikian terjadi oleh akibat tidak adanya tokoh panutan kuat yg jadi pelopor gerakan bersih, lemahnya penegakan hukum, lemahnya sistem pengawasan, sistem pemerintahan demokrasi politik kotor, lemahnya moral dan budaya bangsa serta lemahnya kepatuhan moral kepada nilai-nilai norma agama.

Wallahu a’lam bish shawab.

Tentang apainitu

pemerhati umum
Pos ini dipublikasikan di White crime. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s