Hegemoni tahu tempe

Titir maling

Fenomena krisis tahu dan tempe sudah dua kali terjadi di negeri ini, yg pertama diwaktu demo masyarakat untuk menuntut pengadilan Suharto dan yg kedua terjadi saat sekarang pada saat momentum pemerintah amerika serikat mengeluarkan pernyataan akan membangun gedung kedubesnya di Jakarta menjadi gedung yg sangat besar dan bertingkat 10 lantai yg nantinya juga akan digunakan sebagai markas pasukan pengawal navy seal amerika. Aneh mana ada kedutaan asing kok bawa pasukan asing segala, itu tidak lazim dalam hubungan diplomatik dan hubungan bilateral antar negara. Apa urgensinya pejabat kedutaan yg hanya membawa misi diplomatik dilengkapi oleh pasukannya sendiri dari negara asalnya ?! Ini tidak relevan dengan tugas sebagai sebuah lembaga perwakilan diplomatik suatu negara dimanapun berada yg keberadaannya secara permanen. Lalu atas dasar pertimbangan kondisi apa dan bagaimana kok tiba-tiba melakukan sebuah perubahan pada keberadaan lembaga perwakilan diplomatik kedubes amerika di Jakarta tersebut dari fungsi awal hanya sebagai duta besar sebagaimana lazimnya negara lain , menjadi sebuah lembaga kedutaan yg dilengkapi dengan pasukannya sekaligus ?!
Padahal berdasar track record selama ini bahwa fungsi pasukan navy seal digunakan dalam misi operasi penumpasan terorisme , contohnya operasi penumpasan Usamah bin Laden di Pakistan, dan pada saat kejadian bom Bali th 2002 alibi kapal perang navy seal ini telah dua minggu sandar di Bali, sedang daya ledak bom yg meledak itu sangat dahsyat dan hanya mungkin dari jenis type bom pasukan elit sekaliber navy seal amerika. Kemudian secara fakta diketahui bahwa pihak pemerintah amerika menekan pemerintah RI dan menggiring opini publik dunia yg diarahkan pada target lokal stigma pelaku teror atas komunitas santri ndeso yaitu Amrozi cs dan ustadz ABB, walaupun sejatinya secara faktual kondisi lokasi kejadian sangat kontradiktif dan impossible dilakukan oleh orang kampung kelas bawah tersebut.
Nah sekarang disaat kondisi partai demokrat carut marut dan citranya merosot jatuh, tiba-tiba amerika mengumumkan akan membangun markas kedutaan besarnya di Jakarta menjadi gedung yg sangat besar bertingkat 10 lantai yg menjadi fungsi ganda juga untuk markas pasukannya navy seal.
Dari sini jelas dan dapat ditangkap bahwa misi amerika adalah akan menjalankan operasi intelegent terorisme negara yg dibuatnya sendiri di wilayah kedaulatan negara RI, dengan target komunitas masyarakat muslim lokal dan adu domba antar etnis dan agama, sebagaimana yg pernah dijalankan di Timur Tengah dan Asia Selatan, dengan contoh terbaru di negara Libya, Suriah, Yaman, Pakistan, Afghanistan , Iran , Bulgaria dan lain lain.
Kenapa RI yg dibidik untuk program operasi intelegent terorisme negara berikutnya ?! Jawabnya mudah yakni karena negeri ini adalah negeri dengan jumlah penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia dan memiliki potensi ekonomi yg besar, dan yg paling mungkin adalah dalam rangka menghadapi pemilu 2014 mendatang yg sudah dapat diprediksi bahwa partai demokrat yg menjadi boneka amrik dipastikan tidak akan keluar sebagai pemenang pemilu, maka mereka bersiap sambil menyelam minum air, yakni menancapkan kuku hegemoni dari sekarang untuk proyek pengacauan dan perusakan stabilitas serta kedaulatan negara target.
Ibarat pepatah bahasa jawa : isuk tempe sore dele , isuk dele sore tempe, yg artinya pagi kedelai sore tempe dan sebaliknya, mungkin isyarat yg terkandung pada fenomena krisis tahu tempe tersebut adalah bahwa telah terjadi konspirasi elit pimpinan tingkat tinggi yg tidak dapat dipercaya oleh rakyat luas.

Semua itu merupakan taktik dan strategi dari gerakan zionisme global yg dikomandoi oleh amerika serikat, israel dan blok barat, dalam menancapkan hegemoni kekuasaannya di seluruh penjuru dunia. Penyusupan dimulai dari kerja sama bidang ekonomi yg diperankan oleh perusahaan multinasional milik kaum yahudi, kemudian disusul dengan penciptaan isu keamanan, politik dan terorisme, lalu dibuat kedok kerja sama multilateral penanganan terorisme beserta perangkat lain yg diperlukan mulai dari pembuatan undang-undang antiteror, pembentukan lembaga antiteror, pembentukan lembaga deradikalisasi, penciptaan proyek pilot plan kejadian bom teror, intervensi investigasi dan proses peradilan pelaku teror, manipulasi fakta teror, stigmatisasi komunitas pelaku teror, penguasaan media dan menggiring opini publik ke arah subyektif, dengan ekses sebagai target utama yakni terjadinya konflik horisontal antar etnis dan agama (sara) yg berkembang ke arah konfrontasi fisik (militer), konflik politik dan sistem pemerintahan.

Sebuah pertanyaan besar dan prediksi, yakni apakah RI telah di plot oleh amerika dan sekutu zionisnya sebagai target konflik proyek teror zionisme berikutnya setelah Iran, menjelang pemilu RI tahun 2014 mendatang ?!

Wallahu a’lam bish shawab.

Tentang apainitu

pemerhati umum
Pos ini dipublikasikan di POLITIK. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s